Pemerintah Siapkan Skema Baru Seleksi Masuk Perguruan Tinggi

05 August 2018 - Kategori Blog
  • Saat ini pemerintah sedang berupaya menghapus stigma sekolah favorit dan tidak melalui kebijakan zonasi dalam penerimaan perserta didik baru (PPDB).
  • Pada 2019 Kemristekdikti akan menerapkan skema baru dalam penerimaan mahasiswa baru mengunakan test center.

Seleksi masuk perguruan tinggi negeri saat ini mengunakan tiga jalur yakni, Seleski Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dilakukan dengan melihat nilai rapor dan akreditasi sekolah, kedua seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) yang dilakukan melalui ujian tertulis dan praktik, serta ujin mandiri(UM) yang biasa diadakan pihak kampus.

Sejak hadirnya skema SNMPTN, banyak sekolah berlomba-lomba untuk menjadi terbaik dengan cara meningkatkan mutu dan akreditasi. Pasalnya, kuota SNMPTN menepatkan porsi kuota yang lebih besar untuk sekolah yang berakreditasi A. Skema SNMPTN membentuk munculnya sekolah favorit.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, pemerintah memberikan kesempatan sama bagi seluruh anak Indonesia tanpa ada perbedaan. Pasalnya, 2019 Kemristekdikti akan menerapkan skema baru dalam penerimaan mahasiswa baru mengunakan test center.

Dijelaskan Nasir, skama baru ini dipelajari dari beberapa negara yang sistem pendidikanya sangat baik seperti Amerika Serikat(AS), Inggris, dan Swedia. Ia menyebutkan, AS terkenal dengan Scholastic Assement Test (SAT), sedangkan di Indonesia akan digunakan skema test center. Namun, sebelumnya akan ditawarkan kepada para rektor PTN.

“Di beberapa negara melakukan penerimaan mahasiswa baru itu sepanjang tahun. Jadi seperti tes toefl. Jadi nanti akan ada, calon mahasiswa dari seluruh penjuru Tanah Air bisa mengikuti berkali-kali,” kata Nasir.

Nasir menuturkan, skema penerimaan mahasiswa baru ini dilakukan mengunakan sistem online, sehingga para siswa seluruh Indonesia akan dapat mengikuti tanpa harus ke pusat. “Test center ini digunakan untuk meminimalisasi biaya dan memaksimalkan layanan. Bayangkan dari daerah terluar, tertinggal, dan terdepan, calon mahasiwa ikut tes biayanya jutaan rupiah. Kalau dengan test center, dia nggak perlu datang ke tempat itu(kampus tujuan). Bisa dari jarak jauh,” terangnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Undip ini juga mengatakan, test center akan beroperasi memaksimalkan kemajuan teknologi, sehingga hadirnya test center juga dapat menekan kecurangan pada pelaksanaan ujian masuk PTN.

Selanjutnya, ketika ditanya apakah test center akan menghapus SNMPTN, SBMPTN, dan UM. Nasir menuturkan, kedua skema tersebut tetap ada. Namun, akan ada perubahan dengan hadirnya test center. Pasalnya, test center untuk memaksimalisasi teknologi karena bisa dilakukan dimana seja tanpa harus mendatangi perguruan tinggi.

Sumber: BeritaSatu.com, 30/7/18

, , , ,

 
Chat via Whatsapp