Tips Menjawab Soal SBMPTN 2018 dengan Sistem Penilaian Baru

24 April 2018 - Kategori Blog

Kali ini MediaBelajarSiswa.com akan berbagi beberapa tips menjawab soal SBMPTN 2018 dengan sistem penilaian baru. Kamu pejuang SBMPTN tahun ini? Baca artikel ini hingga tuntas.

Ada yang berbeda dari sistem penilaian SBMPTN tahun ini dibandingkan dengan sistem penilaian SBMPTN tahun-tahun sebelumnya. Pada SBMPTN 2018 ini, pemerintah “tiba-tiba” menggunakan item response theory sebagai sistem penilaian baru.

Nah Bagaimana sebenarnya sistem penilaian menggunakan item response theory itu? Kalau kita tidak tahu jawaban benarnya, lebih baik dijawab asal tebak atau dikosongin saja?

Nah, tulisan ini akan mengupas sistem penilaian baru di SBMPTN 2018, mekanisme penghitungannya, efek jawaban salah dan nembak saat ujian, dan tips menjawab soal dengan sistem penilaian yang baru.


Haloo. Apa kabar nih semuanya? Akhirnya kita bertemu lagi ya! Hehe :p

Nah, kali ini gue akan membahas sistem penilaian SBMPTN yang mengalami perubahan. Jangan panik dan jangan galau dulu ya! Gue mengerti, sesuatu yang tiba-tiba berubah pasti rasanya gak enak.

Apalagi kalo perubahannya mepet dan mendadak, seperti dalam konteks SBMPTN yang udah mau mendekati hari H ini. Mungkin beberapa di antara kalian udah mateng mempersiapkan strategi menjawab soal dengan sistem penilaian 4-0-(-1) seperti biasa, tapi sekarang jadi merasa down lagi karena sistemnya berubah. Gak papa kok, tenang, jangan jadi gak bersemangat dulu yaa. Gue siap membantu 😀

Pada artikel ini, gue akan ceritain tentang sistem penilaian baru di SBMPTN 2018 nanti, simulasi yang dilakukan tim zenius menggunakan sistem baru ini, efeknya ke nilai akhir yang lo dapatkan nanti, dan pastinya dan paling penting adalah tips dalam ngejawab soal-soal di SBMPTN ini.

Semoga artikel ini bisa membuat lo tetap atau malah bertambah semangatnya. Mudah-mudah juga, perubahan sistem yang ada ini gak mempengaruhi cara belajar lo yang udah lo lakuin dari kemarin. So, udah pada ready? Yuk, mulai!

 

SISTEM PENILAIAN TERBARU SBMPTN 2018

Mungkin ada yang sudah tau kalau sistem penilaian SBMPTN 2018 ini tidak lagi menggunakan sistem nilai 4-0-(-1), tapi menjadi 1-0-0. Gue akan mengulangi detail-nya sekali lagi di sini supaya lebih jelas.

Dari tahun-tahun sebelumnya sampai pada tahun 2017 kemarin, sistem penilaian SBMPTN yang kita semua tau adalah 4-0-(-1), maksudnya:

  • kita akan mendapat skor 4 untuk tiap soal yang kita jawab dengan BENAR,
  • kita akan mendapat skor 0 untuk tiap soal yang TIDAK JAWAB atau KOSONG, dan
  • kita akan mendapat skor (-1) untuk tiap soal yang kita jawab SALAH.

Nah, tahun 2018 ini, sistem penilaiannya akan menjadi 1-0-0, maksudnya:

  • kita akan mendapat skor 1 untuk tiap soal yang kita jawab dengan BENAR,
  • kita akan mendapat skor 0 untuk tiap soal yang TIDAK JAWAB atau KOSONG, dan
  • kita akan mendapat skor 0 untuk tiap soal yang kita jawab SALAH.

Sampai di sini sudah mengerti kan ya perbedaannya? Okee. Kita lanjut ya.

Selain sistem scoring seperti tadi, metode penilaian di tahun 2018 ini juga katanya akan memperhatikan karakteristik tiap soalnya, khususnya di tingkat kesulitan untuk membedakan kemampuan peserta. Jadi, Panitia Pusat SBMPTN akan melakukan metode penilaian ini melalui 3 tahap:

Tahap I

Seluruh jawaban peserta SBMPTN 2018 akan diproses dan diberi skor 1-0-0 seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Tahap II

Tiap soal akan dianalisis karakteristiknya dengan pendekatan Teori Respons Butir (Item Response Theory). Salah satunya, akan dilihat tingkat kesulitan relatifnya terhadap soal yang lain dengan melihat respons jawaban yang masuk dari semua peserta SBMPTN tahun 2018. Dengan perhitungan tertentu, akan terlihat soal mana yang masuk kategori susah, sedang, atau gampang.

Tahap III

Karakteristik soal yang diperoleh di Tahap II kemudian akan digunakan untuk menghitung skor tiap peserta. Jadi, akan ada pembobotan soal. Soal yang dianggap susah nantinya pasti akan mendapat bobot lebih tinggi dibanding soal yang dianggap mudah. Jadi, kalo ada peserta yang menjawab JUMLAH SOAL yang SAMA dengan BENAR, maka skornya BELUM TENTU SAMA, tergantung dari nomor soal mana yang mereka jawab.

Misalnya, nih:

Peserta A menjawab lima soal dengan BENAR, yaitu nomor 1, 2, 3, 5, 6. Sedangkan peserta B menjawab lima soal dengan BENAR di nomor 1, 2, 3, 7, 8. Nilai keduanya belum tentu sama, tergantung bobot soal di tiap nomor yang mereka kerjakan.

Kebayang?

Nah. Pertanyaan yang akan muncul biasanya begini:

“Jadi, saat tes, gimana kita tau, nomor soal yang sedang kita kerjakan itu termasuk nomor soal yang bobotnya susah atau enggak?”

Gue paham kalo lo pasti pengen ngumpulin skor sebanyak-banyaknya. Selain ngumpulin skor dari soal gampang, lo juga pasti pengen dan penasaran dong untuk mengerjakan soal yang termasuk kategori susah, supaya skor yang dikumpulin bisa lebih banyak lagi. Ya, gak?

Nah, lo perlu ingat penjelasan tahapan metode penilaian sebelumnya, yaitu di Tahap II (coba dilirik lagi ke atas).

Singkatnya, saat mengerjakan soal, kita GAK BISA TAU mana nomor-nomor soal yang termasuk kategori susah, sedang, atau yang gampang karena penilaiannya akan bergantung pada jawaban yang masuk dari seluruh peserta SBMPTN 2018 saat itu.

Jadi, setelah seluruh jawaban peserta SBMPTN masuk, baru bisa dianalisis karakteristiknya. Soal-soal nomor berapa saja yang paling banyak dijawab benar oleh peserta tahun 2018 itu. Semakin banyak yang menjawab dengan benar, berarti ada kemungkinan nomor soal tersebut termasuk kategori gampang. Begitu juga sebaliknya. Gampangnya sih, gitu walaupun sebenarnya perhitungan IRT jauh lebih kompleks dari ini.

“Terus, dengan perubahan ini, bisa diprediksi gak sih, kecenderungan peserta SBMPTN tahun 2018 ini dalam menjawab soal gimana?”

Hmm, tebakan cepat gue, kalo gak ada dosa” (gak ada nilai minus), pasti semua orang pengen nembak. Ya gak? :p

“Mayanlah nembak aja siapa tau bener kan!”

Apalagi kalo udah mendekati bel.

“Yak, 10 menit lagi dikumpulkan ya.” |“Wah, wah, okeoke itung kancing dulu, Bro.” (ngomong sama diri sendiri).

Terus yaudah langsung aja deh, bat-bet-bat-bet ngitemin jawaban hasil ngitung kancing. Tebakan gue sih itu yang akan terjadi. Di bawah, gue akan kasih liat juga data yang mendukung tebakan gue ini. Keep readiing 🙂

 

SEKILAS TENTANG METODE PENDEKATAN ITEM RESPONSE THEORY

Karena istilahnya panjang, gue singkat aja jadi IRT ya. Setelah gue baca sekilas tentang Si Metode IRT ini, ternyata kepala gue cukup dibuat ngebul. :p Perhitungannya sangat kompleks, variabel yang diperhatikan untuk menentukan bobot tiap soal juga banyak sekali. Jadi, ternyata scoring 1-0-0 tadi tidak akan menjadi sesimpel itu perhitungannya.

Dalam melihat karakteristik suatu soal untuk ditentukan bobotnya, metode IRT ini memperhitungkan beberapa hal, yaitu:

  • daya beda tiap nomor soal
  • taraf kesusahan tiap nomor soal
  • faktor kebetulan dalam menjawab tiap nomor soal

Daya beda adalah kemampuan suatu soal untuk dapat membedakan antara siswa yang sudah menguasai materi yang ditanyakan dengan siswa yang belum menguasai materinya. Semacam melihat kualitas soalnya, bagus atau enggak.

Taraf kesusahan adalah peluang untuk menjawab suatu soal dengan benar. Kalo banyak peserta yang menjawab salah, berarti soal tersebut susah. Kalo banyak yang jawab benar, berarti gampang. Simpelnya begitu.

Faktor kebetulan dalam menjawab soal akan menghitung kemungkinan peserta yang menjawab soal tertentu dengan benar walaupun sebenarnya dia gak mengerti materinya itu gimana. Bisa dibilang, faktor kebetulan ini menghitung kemungkinan nembak di suatu soal.

Nah, jadi lumayan kompleks kan? Gue sendiri gak mengerti cara ngitung detilnya gimana untuk menghasilkan nilai persentase skor akhir SBMPTN lo besok ini. Satu hal yang pasti, gak cuma scoring 1-0-0, tapi masih banyak aspek yang mesti dikutak-katik dari hasil scoring itu.

Tapi hal ini gak perlu lo pikirin sedetil itu kok. Tenang. Gue cuma mau memberikan informasi aja supaya lo kebayang IRT itu ngapain sih. Jangan ikutan pusing ya, mending lanjut baca lagi 🙂

 

DATA PERBANDINGAN HASIL TRY OUT SBMPTN DENGAN SISTEM PENILAIAN LAMA DAN BARU

Nah, berikut ini ada data menarik yang diolah oleh Kak Nurul (Zenius Club Manager) atau yang lebih kita kenal dengan Kak Qom :p Jadi, Kak Qom melakukan online try out untuk murid-murid Zenius Club. Try out dilakukan untuk mata pelajaran TKPA dan Saintek sebanyak dua kali, masing-masing dengan sistem penilaian yang berbeda.

Try out pertama dilakukan dengan sistem scoring lama, 4-0-(-1). Try out kedua dilakukan dengan sistem scoring terbaru, yaitu 1-0-0 (tapi belum menggunakan perhitungan pembobotan). Data yang ditemukan begini:

Persentase Jawaban Kosong

Dari tabel di atas, perbedaan yang kita bisa lihat secara signifikan adalah PERSENTASE JAWABAN KOSONG. Untuk mata pelajaran TKPA, persentase jawaban kosong mengalami penurunan jika dilihat dari try out 1 ke try out 2, dari 38% menjadi 18%. Begitu juga persentase jawaban kosong di mata pelajaran Saintek, turun dari 65% jawaban yang kosong menjadi hanya 27% saja.

Sebenernya, ini baru data kecil-kecilan karena try out dengan metode scoring 1-0-0 ini baru dilakukan satu kali. Tapi, dari tabel di atas, tidak salah kalo kita menyimpulkan bahwa dengan perubahan sistem scoring menjadi 1-0-0, kemungkinan peserta try out untuk menjawab soal lebih banyak menjadi lebih besar, terlepas jawabannya benar atau salah.

Yang pasti, jumlah soal yang dijawab menjadi lebih banyak. Dengan kata lain, sistem baru ini membuat peserta jadi lebih gak takut untuk nembak :p

Persentase Jawaban Salah

Oke balik lagi lihat tabel di atas. PERSENTASE JAWABAN SALAH untuk mata pelajaran TKPA malah menjadi naik. Di try out 1, yang tadinya 21% menjadi 36% di try out 2. Hal ini juga terjadi di mata pelajaran Saintek. Di try out 1, persentase jawaban salahnya 16%, di try out 2 menjadi 48%. Cukup tinggi sih ya, peningkatannya.

Jadi, apa yang bisa kita simpulkan dari tabel di atas? Dugaan simpelnya:

Dengan sistem scoring 1-0-0, peserta ujian akan lebih cenderung untuk nembak, tapi ternyata jawaban salahnya juga naik.

Hehe. Jadi, ya gak jaminan banyak nembak, banyak jawaban bener.

“Tapi Kak Wilo, gakpapa dong, sebenernya kalo NEMBAK, terus SALAH, kan skor-nya 0 gak (-1)?”

Iya gakpapa, kalo perhitungannya memang cuma 1-0-0. Tapi kan, ada hal yang kita gak tau tentang perhitungan pasti pembobotan dengan sistem IRT tadi. Bayangin aja misalnya nih, untuk soal nomor X, ternyata banyak peserta yang menjawab soal itu, tapi SALAH, bisaaja jadinya Si Soal X tadi dilihat sebagai soal yang masuk kategori susah

Jadi, untuk peserta yang menjawab dengan BENAR malah akan mendapat  bobot nilai lebih tinggi. Ya gak? Jadi, peserta-peserta yang nembaknya itung kancing dan salah, malah membuat Si Peserta yang menjawab soal X dengan benar, lebih untung.

Tapi gue ngerti kok, masalah nembak ini gak sesimpel boleh atau enggak. Realitanya gak sesederhana itu. Pas ujian, lo pasti akan ketemu situasi ketika lo akan tergoda untuk nembak. Misalnya, ternyata ada 20 soal yang gak bisa lo jawab. Lo pasti gemes lah membiarkan 20 soal itu kosong.

Pasti ada rasa penasaran lo untuk menembak jawaban beberapa soal. Ya gak? Atau misalnya lagi, lo udah tau jawaban suatu soal itu apa, tapi lo masih ragu dengan pilihan jawabannya. Ini bakal jadi godaan banget kan buat nembak.

 

DAMPAK JAWABAN SALAH DAN NEMBAK DI SBMPTN 2018 DENGAN PERHITUNGAN ITEM RESPONSE THEORY

Nah, untuk lebih jelasnya, Wisnu OPS udah melakukan simulasi lanjutan. Tujuan simulasi ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak menembak pada soal yang dihitung dengan menggunakan IRT.

Simulasi yang dilakukan Wisnu menggunakan data try out beneran di ZeniusClub. Ada 50 soal di try out ini. Total ada 50 peserta, yaitu 49 peserta “asli” dari Zenius Club dan 1 peserta baru yang perilaku nembak-nya berubah-ubah (1 peserta sebagai eksperimen).

Setelah dilakukan proses pembobotan IRT, ternyata ada 29 soal yang masuk kategori mudah dan ada 21 soal yang masuk kategori sulit. Berikut hasil simulasinya.

 

Oke, dari tabel di atas, lo bisa ambil 2 kesimpulan utama:

  1. Walaupun tidak ada minus di scoring 1-0-0, tapi sistem pembobotan soal di IRT membuat jawaban salah akan mengurangi nilai akhir lo dan pada akhirnya menurunkan peringkat lo.
  2. Nembak asal-asalan akan membuat nilai dan peringkat lo menurun.

Kalo lo penasaran dengan mekanisme simulasi di atas, lo bisa baca lebih detil setiap skenario yang ada di dokumen yang udah disiapkan Wisnu berikut ini:

>> Simulasi Try Out SBMPTN 2018 dengan Perhitungan Item Response Theory <<

Disclaimer:

Wisnu menggunakan software Xcalibre 4.2 untuk simulasi ini. Berhubung doi masih pakai yang free version, maksimum peserta ujian yang bisa dimasukkin cuma 50. Jumlah soal yang bisa dimasukkin juga maksimum 50 soal. Idealnya, simulasi IRT sebaiknya dilakukan dengan data sekitar 400 peserta untuk memperoleh hasil yang benar-benar reliable. Jadi, ini hanya gambaran kasar, ya.

Tapi, zenius berusaha memanfaatkan resource yang tersedia sekarang aja dulu untuk menjawab rasa penasaran menjelang SBMPTN 2018. Eksperimen dan data lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil simulasi di atas. Zenius emang rencananya mau meneliti lebih lanjut terkait hal ini. Tunggu aja hasilnya ya..

 

TIPS DALAM MENGERJAKAN SOAL SBMPTN 2018

Nah, gimana perasaannya setelah membaca penjelasan tentang sistem penilaian baru di atas? Bisa dimengerti atau malah tambah puyeng? :p

Mudah-mudahan bisa dimengerti ya, atau at least jadi kebayang, gak terlalu meraba-raba lagi.

Sekarang masuk ke bagian yang paling lo tunggu-tunggu, yaitu tips menjawab soal di SBMPTN 2018 nanti.

1. Pahami Konsep

Kayaknya ini udah sering diingetin oleh Zenius ya bahwa belajar itu jangan sekadar menghafal. Ini berlaku di kondisi apapun. Belajar yang benar adalah dengan gak cuma ngafal, tapi dengan memahami konsep dasarnya sampai kalo lo ditanya, lo beneran mengerti dan bisa menjelaskan ulang. Dengan bener-bener memahami konsep dasar suatu teori atau materi, lo gak perlu panik mau metode penilaian tesnya gimanapun juga, lo pasti bisa jawab. Belajar hal lain secara umum yang bukan pelajaran sekolah dan yang gak ada tesnya, juga harus begini, yaa.

2. Kerjain dulu soal yang gampang

Untuk konteks SBMPTN besok ini, saran gue akan tetap sama dengan sebelumnya. Kerjain dulu soal-soal yang paling lo anggap gampang (yang paling bisa lo kerjain) dan soal yang lo yakin jawabannya BENAR. Nemu soal susah dikit atau kusut dikit, skip aja dulu. Jangan terlalu keasikan di satu soal doang. Inget, lo lagi ngerjain soal dalam suasana ujian, bukan kayak lagi belajar dan penasaran buat ngulik. Yang namanya ujian, waktunya terbatas. Lo harus bisa bagi waktu untuk setiap soalnya. Kalo lo udah kelar kerjain soal-soal yang gampang, nanti baru balik lagi ke soal susah kalo masih ada sisa waktu.

3. Boleh nembak, asal..

Gue GAK MELARANG LO untuk nembak. Tapi, alangkah baiknyakalo paling tidak, nomor soal yang lo tembak punya kemungkinan benarnya lumayan besar. Misalnya, lo udah mengeliminasi 3 jawaban. Cuma ragu di antara 2. Lumayan kan, kemungkinannya jadi 50:50. Jadi, gak ngitung kancing banget. Kenapa? Karena jangan lupa, metode penilaian 1-0-0 ini juga disertai dengan perhitungan IRT yang kompleks pake bobot-bobotan.

Jadi, sebisa mungkiiin kalo nembak, jangan ngasal-ngasal amat. 🙂

Sekali lagi gue ulang, ya. Kalau nembaknya asal-asalan, sebaiknya jangan karena berpotensi mengurangi nilai. Tapi, kalo lo lumayan ngertisoalnya, hanya ragu-ragu di antara dua pilihan jawaban, gak papa ditembak.
Nembak 50:50 masih oke, nembak itung kancing, NO NO.

Lalu, lo harus perhatikan juga bahwa setiap tahunnya, ada aja soal SBMPTN yang super ambigu. Misalnya, pertanyaan soal gak jelas, terus jawaban di pilihannya ada 2. Atau biasanya di soal TKPA – TPA Pola Gambar, gambarnya gak kebaca, dll. Kalo lo ketemu soal yang super ambigu, saran gue sih sebaiknya di-skip aja. Dikosongin! Karena terlalu gambling. Kecuali, kalo misalnya lo udah lumayan yakin dengan jawabannya, ya silakan aja dipilih jawaban yang menurut lo bener. Nembak atau nge-skip kan sebenernya keputusan lo sendiri.

Dan pada akhirnya, kita harus inget kalo kita tetep harus fokus untuk menjawab soal dengan benar, BUKAN menjawab soal dengan sebanyak-banyaknya. Jadi, tetep kasih energi lo 100% dalam menjawab soal, ya!

Belajarlah dengan benar supaya kita bisa menjawab soal dengan benar juga.

Gue pasti akan doain lo semua!
Semoga artikel gue ini bisa mengurangi deg-deg-an lo dalam menghadapi SBMPTN besok.
GOOD LUCK!

Sumber: zenius.net, 20/4/18


Demikian ulasan MediaBelajarSiswa.com tentang tips menjawab soal SBMPTN 2018 dengan sistem penilaian baru. Moga sukses ya SBMPTN-nya.

, , , , , , ,

 
Chat via Whatsapp